My Archieve

Sabtu, 20 Juni 2015

Puisi: "Sudah.. cukup.."

Cuma separuh 
Keriaan membelah sepi 
Digawangi hasrat sekilas 
Waktu hujan dihari minggu 

Kiat demi kata merupa fantasi 
Deru rintik beradu aspal 
Kala berteduh melawan dingin dan melankolia 
Sebuah bercak tergenang hanyut susut 

Ingin lama berteduh 
Tapi secepat angin utara 
Seka geliat awan hitam 
Hingga kikis semua asa, lalu pudar 
Terseokseok pulang 

Semua gamang terucap 
Tak perlu diukir atau tersurat 
Hanya 
Diam 
Malu 
Senyum 
Lalu 
Pergi 

Kiranya hanya fana 
Tak lagi menghasrat kini 
Serdadu mengarak jasad kesabaran 
Tak satupun menangis 
Memang tak ada yang harus, perlu atau pantas ditangisi 

Cuma lembaran kusut dan kelam 
Hanyut bersama bercak pelangi digenangan 
Menuju rumah kurakura 
Lembab dan kotor 

Walau purapura 
sempat terkesima aku sedetik 
Paruparu akan tetap mengecap udara 
Tak ada yang perlu dikhawatirkan 
Meski gerimis menyerbu 

Saatnya serdadu pulang 
Peluru dan panah tertancap 
Mungkin robek, tembus sampai ke hati 

Tak ada yang harus, perlu atau pantas ditangisi 
Toh siang masih dimakan senja 
Dan pagi masih datang membakar bulan 

Tak ada yang harus, perlu atau pantas ditangisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar