My Archieve

Selasa, 23 Juni 2015

Puisi: The lover & The Rascist

Ditengah plural kita berpelukan 
hanya kita.. Hitam 
yang lain putih.. 

Sorot mata itu.. 
Sorot yang tak asing 
sedikit curiga 
Mungkin takut 
Tapi lebih banyak iri 
Seperti terik menembus kaca 
kita terus tenang 
sudah biasa.. Mungkin 

tapi.. 
Masih belum merdeka 
Masih mencoba merdeka 
Lepas dari stigma, lepas dari sang "mereka".. 

Saya tetap aku 
kami bukan kita 
kita belum mereka 
jadi, siapa saya? 

Hitam yang mencoba jadi putih? 
Merasa putih? 
Atau berpura-pura putih?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar